Hanya karena-Nya dan Hanya Untuk-Nya

 Hijrah adalah orang-orang yang meninggalkan apa saja yang Allah larang. Berpindah dari yang tidak baik menjadi lebih baik, memperbaiki diri karena-Nya. Adapun makna hijrah seperti dalam sebuah hadits, “Muslim itu adalah orang yang menjadikan muslim yang lain selamat dari lisan dan tangannya, dan Al-Muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa saja yang telah Allah larang” (HR. Al-Bukhari). Dari makna hijrah tersebut, sangatlah jelas bahwa hijrah adalah suatu kebutuhan, bukan pilihan. Kita perlu hijrah, sebab hijrah itu penting. Semua orang butuh hijrah. Tanpa hijrah, apakah kita bisa hidup dengan tenang? Seperti melanggar perintah-Nya, jauh dari-Nya, melupakan kuasa-Nya, serta melalaikan ibadah. Padahal kita tahu bahwa menjalankan perintah dan meninggalkan apa saja yang Allah larang adalah kewajiban kita sebagai umat Islam. Maka dari itu, mulai dari sekarang hijrahlah karena Allah, niatkan hati untuk memperbaiki diri. Hijrah itu tidak hanya mengubah cara berpenampilan kita saja di hadapan manusia. Sejatinya hijrah hanyalah untuk-Nya. Kita hidup di dunia ini bukan untuk mencari kesenangan dunia, tetapi untuk beribadah dan bertakwa kepada Allah. Seperti firman Allah dalam Qur'an, yang artinya:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Al-Dzariyat: 56)

Dari surah di atas, dapat kita simpulkan bahwa tujuan kita hidup di dunia adalah beribadah kepada-Nya. Dalam beribadah, luruskanlah niat kita karena Allah. Jangan berbelok arah, atau bahkan menyerah dan berhenti melangkah. Saudaraku, niatkanlah dari hati untuk berubah karena Allah, bukan karena apapun selain-Nya. Cukuplah hanya karena-Nya dan hanya untuk-Nya. Perbaikilah hubungan kita dengan Allah mulai dari sekarang. Mungkin dulu kita sering lalai, sering menghabiskan waktu hanya untuk dunia saja. Mulai hari ini juga, detik ini juga, teruslah mencoba memperbaiki diri karena-Nya. Bukan ingin terlihat baik di mata orang lain, apalagi karena ingin mendapatkan pujian dari perubahan yang kita lakukan.

Hijrah itu memang terlihat mudah, berubah mulai dari penampilan, sikap, bahkan keseharian yang kita lakukan. Namun, nyatanya begitu berat. Berat untuk dipertahankan, berat menahan benturan, berat untuk mendengar bisingan dan berat menerima kenyataan yang kita alami pada perubahan diri kita. Terkadang, perspektif orang lain berbeda tentang kita. Jika sudah tak tahan, pohon yang semulanya kuat pasti akan tumbang. Sebaliknya, jika mampu bertahan, maka terjangan badai sekalipun tak sanggup untuk menggoyahkan pohon yang tertanam dengan kokoh. Sebenarnya, segala sesuatu itu tergantung niat. Jika kita beribadah dengan niat karena Allah, in syaa Allah tidak akan ada rasa beban dari dalam hati, sekalipun banyak orang yang tidak menyukai. Sebab tujuan kita hanya untuk Allah, bukan untuk manusia. 

Dari Sahabat Umar bin Khattab radiallahu’anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya sesuai ke mana dia hijrah.’” (HR. Bukhari & Muslim)

Amal yang kita lakukan tergantung niatnya. Maka, niatkanlah hanya untuk Allah, agar semua yang kita lakukan bernilai ibadah di hadapan-Nya. Tetaplah menebar kebaikan, tunjukkan akhlak yang baik sebagai seorang muslim dan muslimah. Berubah menjadi lebih baik itu bukan hanya tentang diri kita sendiri, tetapi tentang orang lain. Tugas kita adalah mengajak dan mencerminkan sikap umat Islam yang berakhlak mulia. Mari bersama-sama menuju jalan yang diridai Allah. Berjuang dan berjihad di jalan-Nya. Tak perlu membenci orang yang belum ikut bersama kita saat melakukan proses hijrah, namun teruslah berjuang untuk mengajak mereka menuju jalan kebaikan. Menjadi lebih baik itu bukanlah sebuah pilihan atau pun hanya sekadar ingin. Namun, hal tersebut adalah kewajiban manusia yang selalu membutuhkan Allah. Jangan bosan menjadi orang baik, karena untuk menjadi lebih baik tidak berdiam diri, namun dengan aksi. Jika tidak hari ini, kapan lagi? 

Yuk, hijrah bersama-sama! Hijrah itu mudah, yang membuatnya sulit adalah istiqamah. Memang berat sahabat, namun jika dilakukan dengan perjuangan dan saling menguatkan, in syaa Allah selalu ada jalan kemudahan yang Allah berikan untuk hamba yang beribadah dan berbuat baik hanya karena-Nya dan hanya untuk-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mari Berhijrah dengan Niat Karena Allah||oleh Wulandari