Sahabat fii Sabilillah

Sahabat seperti apa yang kalian inginkan?

Kaya, pintar, atau terkenal di kampus?

Sahabat yang baik itu adalah sahabat yang selalu mengingatkan dan menasehati, tak pernah melihat kita dari sisi apa yang kita miliki. Namun, menerima apa adanya pada diri kita. Fakta membuktikan, mencari sahabat itu sangat mudah didapatkan. Namun, mencari sahabat yang selalu ada di saat susah maupun senang itulah yang sulit kita temukan. Mungkin saat senang banyak yang ingin bersahabat dengan kita. Tetapi, ketika kita dalam kesulitan, siapa sajakah yang bertahan saat dalam situasi tersebut? Ia yang tak henti-hentinya memberikan semangat, meyakinkan kita untuk selalu tegar, dan selalu mengajak kita dalam hal kebaikan. Walau dalam keadaan terpuruk sekalipun. Sahabat baik tak perduli akan kekuranganmu, selalu ada dalam suka maupun duka, dan sangat beruntunglah mempunyai sahabat yang selalu mengajak kebaikan menuju surga.

Sahabat yang selalu mengajak berpesta ria, bersenang-senang semata nyatanya hanyalah kesenangan sementara. Ada saatnya kita akan merasakan keterpurukan, karena lupa kepada Sang Pencipta kehidupan. Saat sudah merasa terpuruk, barulah kita sadar siapa sahabat setia yang hadir untuk melengkapi kekurangan kita, hingga kita tahu siapa sahabat sebenarnya. Sahabat tak hanya hadir dalam canda dan tawa, tetapi ia hadir untuk menguatkan saat diri meronta tak tentu arah. Sahabat yang selalu ada menemani kita sangat langka, bahkan sulit tuk membedakannya, terkadang mereka menjelma seumpama permata indah. Carilah sahabat yang mengajak kebaikan, bukan hanya sekadar bercanda tawa menikmati dunia. Sahabat yang baik akan selalu menasehati, tak perduli masa lalu kelam yang pernah kita alami. Ia akan membawa kita lebih percaya diri untuk menghadapi dunia, agar hidup kita lebih berarti.

“Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sahabat fillah, menurut mimin nih sahabat itu selalu ada dalam suka dan duka, ia tak henti-hentinya menasehati kita serta selalu mengajak ke jalan kebaikan. Setiap individu pastinya punya kriteria masing-masing bukan? Maaf ya jika kurang berkenan di hati kalian. Bagi yang mau comment, silahkan comment di blog ini. Semoga bermanfaat ya buat kalian 😊

Salam manis dariku 😊


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mari Berhijrah dengan Niat Karena Allah||oleh Wulandari

Hanya karena-Nya dan Hanya Untuk-Nya